in ,

Studi Ungkap Angka ADHD di Kalangan Gen Z Meningkat, Ini 5 Hal yang Wajib Diketahui

Apa itu ADHD?

CakapCakapCakap People! ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) kini menjadi topik yang semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan Gen Z. Berdasarkan studi dari Blue Cross Blue Shield, tingkat diagnosis ADHD pada Gen Z di Amerika meningkat sebesar 31 persen antara tahun 2010 dan 2017. Orang tua, pendidik, dan masyarakat mulai lebih paham pentingnya memahami kondisi ini agar bisa memberikan dukungan yang tepat bagi mereka yang mengalaminya.

Gen Z, yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi yang pesat dan tekanan sosial yang besar, tentunya menghadapi tantangan berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

 Studi Ungkap Angka ADHD di Kalangan Gen Z Meningkat, Ini 5 Hal yang Wajib Diketahui
Ilustrasi

Lantas, apa saja yang perlu diketahui tentang ADHD pada Gen Z? Berikut adalah penjelasan seperti dilansir dari Woke Waves dan Very Well Mind.

Prevalensi dan Dampak ADHD pada Gen Z

Angka kasus ADHD di kalangan Gen Z ternyata meningkat cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan beberapa penelitian, lebih banyak remaja dan dewasa muda yang didiagnosis dengan ADHD dibandingkan generasi sebelumnya.

Dampaknya cukup besar. Pada Gen Z, ADHD sering sekali memengaruhi prestasi di sekolah, hubungan sosial, bahkan kesehatan mental secara keseluruhan. Kalau tidak ditangani dengan benar, remaja yang punya ADHD bisa kesulitan untuk fokus, mengatur waktu, atau mengelola emosi, yang pastinya memengaruhi kualitas hidup mereka.

Perbedaan Generasi

Salah satu perbedaan besar antara Gen Z dan generasi sebelumnya adalah seberapa paham dan terbukanya mereka tentang ADHD. Dulu, ADHD mungkin dianggap gangguan yang tidak terlalu diperhatikan. Namun sekarang, berkat kemajuan teknologi dan akses informasi yang lebih mudah, semakin banyak orang yang sadar akan kondisi ini.

Selain itu, gaya hidup dan pola pikir yang berubah juga memengaruhi angka ADHD di kalangan Gen Z. Dengan hidup yang serba cepat, kurang tidur, dan ketergantungan pada teknologi, Gen Z jadi lebih rentan mengalami masalah fokus dan hiperaktif, yang memang menjadi ciri utama ADHD.

Faktor Genetik

ADHD punya faktor genetik yang cukup besar. Artinya, jika orang tua atau keluarga dekat punya ADHD, kemungkinan seseorang mengalaminya juga lebih tinggi. Namun, meskipun genetik berperan, lingkungan juga tidak kalah penting.

Gen Z tumbuh di dunia yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, dengan teknologi super canggih dan lingkungan yang penuh stimulasi. Nah, faktor-faktor ini bisa memperburuk atau bahkan memicu gejala ADHD pada orang yang sudah punya kecenderungan genetik.

Gejala ADHD pada Gen Z

Ilustrasi

Gejala ADHD bisa berbeda pada setiap orang, tapi ada beberapa tanda umum yang sering muncul, seperti kesulitan untuk fokus, hiperaktif, dan impulsif. Pada Gen Z, gejala ADHD sering terlihat dalam bentuk kesulitan fokus saat belajar, mudah terganggu, atau sulit mengatur tugas yang membutuhkan perhatian terus-menerus.

Gejala lainnya bisa berupa masalah dalam mengatur waktu, sering terlambat, atau bahkan perilaku yang terlihat gegabah dan sulit dikendalikan. Kalau gejala-gejala ini tidak ditangani, tentu saja bisa berdampak negatif pada akademis dan kehidupan sosial mereka.

Tantangan yang Dihadapi oleh Gen Z

Cakap People! Gen Z yang memiliki ADHD sering menghadapi berbagai tantangan yang membuat hidup mereka terasa lebih berat. Salah satu masalah utama adalah kesulitan konsentrasi, apalagi di dunia yang penuh gangguan seperti media sosial, aplikasi, dan gadget lainnya. Fokus mereka sering terpecah, jadi tugas-tugas seperti belajar atau tugas rumah menjadi lebih sulit untuk diselesaikan.

Selain itu, stigma tentang ADHD masih ada, meski kesadaran tentang kondisi ini terus berkembang. Beberapa remaja mungkin merasa malu atau terisolasi karena tidak bisa memenuhi ekspektasi yang sama dengan teman-teman mereka, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sosial.

Angka ADHD di kalangan Gen Z memang terus meningkat dan semakin banyak orang yang perlu memahami tentang bagaimana kondisi ini memengaruhi mereka. Namun, dengan pemahaman yang lebih baik dan pendekatan yang tepat, kita bisa bantu mengurangi dampak negatif ADHD dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan.

 

SUMBER ARTIKEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Makanan dan Minuman Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Melon

5 Makanan dan Minuman Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Melon

Penumpang Transjakarta Diperbolehkan Buka Puasa Selama 10 Menit, Ini Aturan Lengkapnya

Penumpang Transjakarta Diperbolehkan Berbuka Puasa Selama 10 Menit, Ini Aturan Lengkapnya