in ,

Berbaring Setelah Makan Bisa Bikin Perut Buncit? Ini Penjelasannya!

Perut buncit bisa disebabkan oleh beragam faktor

CakapCakapCakap People! Benarkah berbaring setelah makan bisa menyebabkan perut buncit?  Perut buncit bisa disebabkan oleh beragam faktor, serta memiliki jenisnya tersendiri. Penyebab umum yang sering terjadi, yakni kebiasaan makan terburu-buru.

Hal ini bisa menyebabkan udara terlalu banyak tertelan bersamaan dengan kecepatan makan yang meningkat, sehingga gas menumpuk di perut. Ini biasanya menyebabkan perut kembung.

Di sisi lain, perut buncit dapat pula disebabkan karena masalah kesehatan yang lebih serius, seperti radang usus hingga kanker perut. Bagi perempuan sendiri, perut buncit dan kembung bisa juga disebabkan karena terjadinya perubahan hormon saat memasuki siklus haid.

Berbaring Setelah Makan Bisa Bikin Perut Buncit? Ini Penjelasannya!
Ilustrasi

Meskipun banyak faktornya, tetapi belum ada penjelasan secara langsung yang menghubungkan antara kebiasaan berbaring setelah makan dan kondisi perut buncit. Namun, tetap saja kebiasaan berbaring setelah makan memiliki banyak dampak negatif terhadap kesehatan pencernaan.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Menghambat Kerja Sistem Pencernaan

Makanan yang masuk lewat mulut, tidak serta merta langsung sampai di usus. Namun, proses yang dilewati makanan hingga menjadi sari makanan dan tersimpan di usus besar, memerlukan waktu berjam-jam.

Setidaknya, makanan dapat sampai di usus halus memerlukan waktu selama 3 jam. Apabila kamu memilih berbaring langsung begitu selesai makan, maka proses pencernaan ini akan terganggu. Inilah yang menjadi penyebab awal kerusakan organ pencernaan.

Lebih Beresiko Terkena GERD

Menurut seorang ahli gizi, Chelsea Rae Bourgeois, MS, RD, yang dikutip dari signos.com, posisi saat makan sangat mempengaruhi proses pencernaan. Berbaring setelah makan akan menyebabkan perut merasa tidak nyaman, karena makanan yang siap diolah lambung akan beranjak kembali ke kerongkongan.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini akan menyebabkan kamu lebih mudah menderita GERD atau Gastroesophageal reflux disease. Kondisi ini ditandai dengan perasaan terbakar yang terasa di kerongkongan, karena asam lambung melonjak naik.

Kualitas Tidur Terganggu

Kebiasaan berbaring setelah tidur yang menganggu proses pencernaan, ternyata juga berpengaruh terhadap kualitas tidur. Dilansir dari redcliffelabs.com, yang ditinjau oleh Dr. Divya Rohra, menyebutkan bahwa seseorang yang makan beberapa saat sebelum tidur, lebih mudah terbangun di malam hari.

Bahkan, penelitian juga menyebutkan, kebiasaan makan mendekati waktu tidur bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengorok. Itulah mengapa ada anjuran untuk menyelesaikan makan malam, paling lambat 3 jam sebelum tidur.

Kamu bisa berbaring minimal 30 menit setelah makan. Apabila memang tidak kuat untuk duduk tegap, kamu bisa menyandarkan tubuhmu di dinding. Selain itu, pastikan kamu juga menghindari makan besar sebelum beranjak tidur.

Ada baiknya kamu juga berkonsultasi dengan para ahli terkait kondisi kesehatan pencernaan kamu.

 

SUMBER ARTIKEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paling Kotor, Ini 5 Bagian Rumah yang Wajib Dibersihkan

Paling Kotor, Ini 5 Bagian Rumah yang Wajib Dibersihkan

6 Buah Ini Baik untuk Cegah Kolesterol Melonjak Naik