CakapCakap – Cakap People! Sudah tahukah kamu bahwa ternyata ada batasan dalam mengonsumsi telur dalam seminggu untuk kesehatan kita? Lantas, berapa banyak telur yang aman untuk kita konsumsi dalam seminggu?
Manfaat telur
Telur merupakan salah satu sumber protein yang sehat dan disukai banyak orang. Dilansir dari Medical News Today, telur mengandung vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, B, B12, D, yodium dan folat. Telur juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Telur mengandung kolesterol?
Telur mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, beberapa orang menghindari konsumsi telur. Pun jika tetap mengonsumsi telur, mereka akan memilih putih telur saja.
American Heart Association (AHA) mengklaim bahwa satu butir telur berukuran besar mengandung 186 miligram kolesterol, melansir Medical News Today. Bagi orang-orang yang sedang menjaga pola makan dan memiliki risiko penyakit jantung, sebaiknya menghindari kuning telur. Putih telur sendiri tidak mengandung kolesterol.
Namun, kuning telur sendiri mengandung manfaat yang baik untuk tubuh. Pada bagian telur ini mengandung zat besi, vitamin D, karotenoid, dan lainnya, dilansir dari Healthline. Jika seseorang dalam keadaan sehat, maka sebaiknya tetap mengonsumsi kuning telur.
Batas konsumsi telur dalam seminggu
Melansir dari Healthine, untuk orang dewasa sehat dengan kadar kolesterol normal dan tidak memiliki risiko penyakit jantung, satu hingga dua butir telur per hari, masih di batas asupan yang aman. Dalam seminggu, maka aman untuk mengonsumi 7 hingga 14 telur.
Bahkan asupan satu telur per hari dapat menyehatkan tubuh dan bermanfaat bagi kesehatan jantung. Namun, para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 2 telur per harinya, agar tidak terjadi lonjakan kolesterol tiba-tiba dalam tubuh.
Kesimpulan
Cakap People! Telur mengandung banyak vitamin dan mineral yang bagus untuk tubuh. Jadi Beauties, batas aman konsumsi telur per minggu berkisar 7 hingga 14 telur, dengan anggapan 1-2 telur per harinya. Tentu batas konsumsi ini dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kesehatan kamu, beserta dengan pola diet dan risiko penyakit.