CakapCakap – Cakap People! Minuman apa saja yang bisa membantu normalkan kadar gula darah naik? Lonjakan gula darah menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pasca Lebaran. Hal itu tak lepas dari berbagai hidangan yang dikonsumsi saat momen ini seperti ketupat, opor ayam, gulai, hingga kue-kue manis.
Kondisi naiknya gula darah bisa ditandai oleh rasa lelah, sering haus, dan sulit berkonsentrasi. Jika dibiarkan, lonjakan gula darah bisa sangat berisiko, terutama bagi penderita diabetes atau yang sebelumnya sudah memiliki riwayat resistensi insulin.
Namun, tak perlu khawatir karena ada berbagai cara ampuh untuk membantu menurunkan kadar gula darah kembali ke level normal, salah satunya dengan memilih minuman yang tepat.
Dilansir dari Eating Well, simak sejumlah minuman yang dapat membantu menstabilkan gula darah pasca Lebaran.
1. Air Putih

Salah satu cara paling sederhana dan alami untuk membantu menormalkan kadar gula darah adalah dengan minum air putih. Nyatanya, air putih bukan hanya sekadar pelepas dahaga, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan gula darah.
Pasalnya, minum air putih membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urine. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin minum air putih memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Hal ini karena hidrasi yang baik membantu menjaga keseimbangan hormon, termasuk insulin yang pada akhirnya mengatur kadar gula dalam darah.
2. Kopi

Baik kopi berkafein maupun tanpa kafein telah terbukti dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Faktanya, kopi mengandung fitokimia, senyawa alami yang mendukung kesehatan sel hati dan pankreas. Inilah yang dapat membantu melindungi tubuh dari resistensi insulin dan perlemakan hati, dua kondisi yang sering dikaitkan dengan lonjakan gula darah.
Namun, pastikan kamu minum kopi tanpa tambahan gula atau susu kental manis. Jika memang kurang menyukai kopi hitam yang rasanya terlalu pahit, sebaiknya tambahkan sedikit kayu manis untuk rasa yang lebih nikmat tanpa meningkatkan kadar gula darah.
3. Teh Hitam

Kalau kamu bukan penggemar kopi, teh hitam juga bisa menjadi alternatif yang baik. Jenis teh satu ini kaya akan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa dalam teh hitam juga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi stres oksidatif serta peradangan yang semuanya berperan dalam pengendalian kadar gula darah.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa komponen dalam teh hitam berpotensi dikembangkan sebagai terapi tambahan dalam pengelolaan diabetes. Namun, untuk memastikan manfaatnya maksimal, pastikan minum teh hitam tanpa tambahan gula. Jika ingin pemanis alami, gunakan stevia atau sedikit perasan lemon.
4. Teh Hijau

Teh hijau mengandung katekin, sejenis antioksidan yang memiliki efek positif terhadap metabolisme glukosa. Katekin bekerja dengan menghambat sebagian penyerapan karbohidrat dalam proses pencernaan, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan.
Selain itu, sama seperti teh hitam, teh hijau juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi stres oksidatif dalam tubuh. Ini menjadikannya salah satu minuman terbaik untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah secara alami.
5. Jus Tomat

Jus tomat menjadi minuman berikutnya yang bisa membantu menstabilkan gula darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi jus tomat sebelum makan dapat membantu mengurangi lonjakan kadar gula darah setelah makan.
Serat dalam tomat berperan dalam memperlambat proses pencernaan, sehingga mengurangi peningkatan gula darah secara tiba-tiba. Tak hanya itu, tomat juga mengandung likopen, antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
6. Susu

Susu, terutama yang rendah lemak dan tanpa tambahan gula, mengandung protein yang dapat membantu mengatur respons glukosa dalam darah. Protein seperti kasein dan whey dalam susu dapat memperlambat pencernaan dan meningkatkan respons insulin, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Namun, penting untuk memilih susu yang tepat. Sebagai referensi, kamu bisa pilih susu nabati seperti susu almond atau kedelai, terutama bagi yang memiliki intoleransi laktosa.